Wednesday, March 17, 2010

Pasar Tradisional Modern


Baru dengar bawa ada pasar tradisonal modern, yang jauh dari kesan kotor becek dan sampah dimana-mana. Ane baru tau saat baca berita di kompas di bagian ekonomi bisnis dengan judul "Pasar Trandisional Tak Lagi Becek, Pembeli Pun Datang". Ini menerupakan inovasi yang perlu dicontoh untuk didaerah-daerah lain untuk melindungin pedangang lokal dari serbuan supermarket yang kian menjamur.

Sering dahulu saat masih ikut orang tua diajak kepasar tradisonal, meskipun sekarang saat pulang kampung selalu diajak orang tua untuk berbelanja dipasar tradisonal. Melihat pasar trandisional kebanyakan adalah tempatnya yang pengap, kotor, jorok, dan sampah berserakan dimana. Belum lagi jika sehabis ujan wah beceknya minta ampun, tapi yang paling parah klo lewat yang jual ikan wah pasti beceknya minta ampun. Tapi salah satu keuntungan kita berbelanja di pasar tradisional adalah kita bisa tawar menawar dengan pembelinya, apalagi klo udah kenal pasti bisa dapat lebih murah lagi.

Adanya konsep yang diusung dengan adanya pasang tradisional modern yang jauh lebih bersih dan jarak antar los tidak sempit memudahkan pemebeli untuk lewat dan lebih leluasa. Ane baca dari kompas untuk pasar menteng pulo bawa pembanggunannya di buat model hanggar, yang pasti modelnya dengan atap yang tinggi, lantainya sekarang menggunakan keramik dibandingkan dahulu yang hanya diplester dengan semen saja, dan yang lebih menyenangkan lagi tiap waktu ada yang membersihkan lantainya.

Klo pasar tradisional dibikin seperti ini semua, akan lebih menyenangkan untuk berbelanja. Suasana berbelanja lebih nyaman dan tidak terburu-buru untuk pulang. Bisa-bisa supermarket akan kalah dengan pasar tradisional modern. Coba bandingkan jika keseluruhan pasar tradisional sekarang berubah menjadi pasar tradisional modern, tempat bersih seperti supermarket, udara tidak pengap, saat hujan tidak lagi becek, maka pembeli akan kembali kepasar tradisional yang bisa tawar menawar dibandingkan dengan supermarket yang harganya sudah tetap dan kadang lebih mahal.

Ane melihat prospek kedepan model pasar tradisional modern jauh lebih baik dibandingkan dengan pasar tradisional yang biasa. Saat saya membaca dikompas ada yang menjadi point penting disana bahwa tidak hanya orang dari kalangan menengah kebawah saja yang datang kepasar tradisional modern melainkan juga orang kalangan menengah keatas. Ada yang menegelitik dihati ane ternyata orang masih mencari model jual beli yang masih bisa tawar menawar dibandingkan dengan harga tetap model supermarket, ya mungkin supermaket memiliki keunggulan kita tinggal ambil barang yang kita inginkan dan tinggal bayar di kasir tanpa harus tawar menawar hehe.

Biaya pembangunan pasar tradisional modern ini menurut pengembanngya sangat murah karena dibangun dengan model hangar. Biaya operasionalnya juga lebih murah dikarenakan untuk biaya penerangan dan sirkulsi udara tidak membutuhkan biaya listrik.

Harapan ane klo bisa sesegara mungkin pasar-pasar tradisional di Indonsesia ini dibagun dengan konsep ini dan semoga di kelola dengan baik. Sedangkan pasar2 tradisional modern yang telah ada jangan hanya awalnya dikelola dengan baik tapi tetap berkelanjutan agar tidak ditinggalkan lagi oleh konsumennya. Ayo kita dukung pasar tradisional modern.....

No comments:

Post a Comment

Post a Comment