Wednesday, January 9, 2013

KBS (Kebun Binatang Surabaya) Part I


Sekian lama saya tidak memposting blog, saya akan mengulas tentang KBS atau lebih dikenal dengan Kebun Binatang Surabaya yang lagi bermasalah dengan management nya. Terakhir berkunjung ke KBS sekitar kelas 3 SD usia tujuh tahun atau sekitar 21 tahun yang lalu wkakakaka. Berkunjung kesini sih cuman pingin mengenalkan anak saya yang berusia hampir tiga tahun untuk mengenal binatang, berhubung hari libur ya bolehlah sambil mengenang masa kecil dulu.

Hari minggu pagi tanggal 30 dec 2012 kemarin saya sekeluarga berangakat ke KBS, kita mengenalnya sebagai bonbin. Awalnya sih cari info dulu dimana sih tempat parkir motornya, ternyata dekat dengan loket tiket, persisnya dekat dengan monumen suro dan boyo. Kondisi di pagi hari benernya sudah rame pengunjung dan antri untuk parkirnya. Tempat parkirnya masuk seperti aula. Untuk tiket parkirnya sekitar 2000 rupiah.

Urusan parkiran motor selesai saatnya menuju tiket masuk. Harga tiket masuk untuk ke KBS aka bonbin perorangnya 15 ribu rupiah dan untuk anak dibawah tiga tahun tidak di kenakan biaya. Model tiket tidak sama saat terakhir kesini, sekarang menggunakan model tiket gelang. Bayangan saat masuk lagi bisa membayangkan keindahan Kebun binatang saat terakhir kesini, tapi ternyata bayangan itu salah kaprah. Ternyata banyak fasilitas yang sudah tidak layak untuk di huni oleh binatang, ada yang kadang yang melebihi fasilitas tampungnya.

Tempat pertama yang dituju adalah kadang merak, hem lumayan bagus dan menarik, masih asri dan enak dipandang dan udara di area ini sih lumayan enak. Tiba-tiba anak saya mengajak ke tempat ikan atau aquarium, dimana ane dan istri janjikan sejak awal mengajak ke KBS ini. Menuju kesana melalui kadang-kandang burung dan menikmati suasana yang lumayan sejuk, di bandingkan tempat lain di Surabaya ini.

Melewati kandang burung pelikan ehm... aroma sangat-sangat menyegat hidung dan tidak enak. Kandangnya terlihat sangat over capacity di huni oleh burung pelikan dan terlihat tidak terawat. Setelah dari kandang pelikan dan flamingo langsung menuju ke baby zoo. Baby zoo berisikan berbagai macam binatang mulai burung, kura-kura, ikan koi, marmut, iguna dll, dan mudah untuk berinteraksi dengan binatangnya, karena model kandang yang memungkinkan untuk berninteraksi dengan bintang2 tersebut, cuman ada beberapa yang menggunakan kadang tertutup tetapi tetap bisa berinteraksi.

Menuju ke aquarium dimana ini merupakan tempat favorit saya waktu kecil dulu. Bisa melihat berbagai macam ikan dan tentunya tempatnya menarik. Tetapi saat sampai di aquarium weh... ternyata jauh dari perkiraan semula, tempatnya sangat tidak terawat air di aquriumnya terlihat kotor, beberapa ikan terlihat sangat tidak terawat. Ruang aquarium tidak seindah dulu malah dari terakhir kesana modelnya masih sama catnya juga tidak berubah, cuman yang membedakan adalah semakin kumuh dan jorok.

Masih di daerah aquarium, saya dan istri plus anak masih sedikit terhibur dengan adanya wahana baru, berupa penyu dan ikan arapaima gigas yang bisa sedikit menghibur kekecewaan kami. Wahana selanjutnya adalah buaya, disini banyak sekali jenis buaya dari buaya dari papua, hingga buaya yang mempunyai moncong yang pipih. Sebenernya tempat yang kurang saya senangi karena tempatnya kurang aman menurut saya, karena model pembatasnya bisa memungkinkan pengunjung yang sebrono bisa jatuh kedalam kandang, menurut saya harusnya pagar pengamannya hingga diatas kepala orang dewasa.

Untuk wahana selanjutnya saya bahas di part selanjutnya biar g terlalu panjang

No comments:

Post a Comment