Perhatian blog ini hanya untuk ngiseng2 pemiliknya jika ada nama karakter yang sama mohon dimaafin aja ya, oh ye sekalian buat ngisi waktu nganggur juga @_@
Showing posts with label Taman. Show all posts
Showing posts with label Taman. Show all posts
Sunday, May 19, 2013
Perlu ga sih ganti rumput taman????
Merawat rumput taman ternyata susah susah gampang. Rumput tanaman yang saya gunakan semacam rumput untuk golf. Sebenarnya ada berbagai macam ruput diantaranya rumput gajah mini.
Untuk perawatannya lebih mudah dan cepat berkembang adalah rumput sejenis golf dari pada rumput gajah mini. Rumput gajah mini dari penjelasan tukung taman yang saya kenal tidak kuat dengan suhu yang panas dibandingkan rumput golf. Perawatannya sih cukup air dan tanah yang baik, dan pemotongan rumput yang teratur.
Ada satu hal yang perlu di perhatikan ternyata umur rumput taman. Ditempat saya hanya bertahan 1 1/2 tahun, itu harus diganti rumput dan tanahnya. Awal taunya harus diganti sesaat telah di lakukan pemotongan rumput. Paling cepat tumbuh lagi setelah di potong adalah 2-3 hari sudah hijau kembali, tetapi malah sebaliknya menguning. Rumput juga mengalami kerontokan saat di raba.
Jika anda lihat lebih detail lagi tanah untuk rumput sudah di penuhi dengan akar rumput tersebut, sehingga mengakibatkan rumput mati dan mengalami kerontokan. Untuk mengatasinya yaitu ambil rumput yang masih sehat berserta tanahnya, kumpulkan. Untuk tanahnya cangkul dan bersihkan dari akar-akar rumput. Setelah bersih kembalikan tanah dan tambahkan pupuk.
Langkah selanjutnya tanam rumput kembali pada media tanah yang sudah di perbarui. Untuk kekurangan rumput anda dapat membeli di tukang taman. Agar lebih irit dalam proses penanaman rumput anda dapat memotong kecil2 rumput yang dibeli (biasanya kita dapat model kotak-kotak dan tinggal pasang). Potong menjadi 9 bagian dan tanamkan sesuai dengan ukuran. Setelah selesai tinggal tunggu hasilnya. Klo dari pengalaman ane 1-2 minggu baru bisa tertutup semua dan terlihat cantik rumput taman anda.
Labels:
Rumput,
Rumput golf,
Taman,
Tanaman Hias
Sunday, July 29, 2012
Tips dan Trick merawat Bambu Air
Beberapa bulan yang lalu ane dan istri iseng-iseng beli bambu air untuk tanaman hias dirumah dan tiap harinya makin banyak bambu tumbuh dan membutuhkan media yang lebih besar. Nah karena di butuhkan media yang lebih besar maka tempat asli alis pot yang lama diganti dengan pot yang lebih baru dan lebih besar sekalian di ganti media tanahnya.
Pengantian media pot dan tanah sudah dilakukan dan hasilnya kok kurang puas. Bambu air yang semula hijau-hijau kok sekarang sering menguning ujung-ujungnya. Ada hal lainnya ternyata pot yang buat penggantinya g bisa menyimpan air untuk cukup lama, karena tiap diisi air paling banter airnya bertahan satu hari. Padahal bambu air harus terendam air.
Akhirnya cari info kesana kemari termasuk ketukang bunga langganan bagaimana sih ngerawat bambu air, Nah akhirnya terjawab bagaimana tips n triknya.
Ok pertama media tanah untuk bambu air adalah lumpur, bukan tanah biasa yang harus diisi dengan air saja walaupun mirip ternyata lumpur sawah lebih cocok untuk tanaman ini.
Kedua jangan terlalu di tempatkan di area yang dingin ntar membuat akar-akar tanamannya jadi busuk.
Ketiga air yang didalam pot jangan sampai habis, atau dengan kata lain jangan sampai terlambat ngasih airnya.
Tiga tahap ini yang ane dapat dan ane praktekan dan hasilnya lumayan, mungkin ada yang bisa ditambahkan klo ada yang mempunyai trik yang lain.
Pengantian media pot dan tanah sudah dilakukan dan hasilnya kok kurang puas. Bambu air yang semula hijau-hijau kok sekarang sering menguning ujung-ujungnya. Ada hal lainnya ternyata pot yang buat penggantinya g bisa menyimpan air untuk cukup lama, karena tiap diisi air paling banter airnya bertahan satu hari. Padahal bambu air harus terendam air.
Akhirnya cari info kesana kemari termasuk ketukang bunga langganan bagaimana sih ngerawat bambu air, Nah akhirnya terjawab bagaimana tips n triknya.
Ok pertama media tanah untuk bambu air adalah lumpur, bukan tanah biasa yang harus diisi dengan air saja walaupun mirip ternyata lumpur sawah lebih cocok untuk tanaman ini.
Kedua jangan terlalu di tempatkan di area yang dingin ntar membuat akar-akar tanamannya jadi busuk.
Ketiga air yang didalam pot jangan sampai habis, atau dengan kata lain jangan sampai terlambat ngasih airnya.
Tiga tahap ini yang ane dapat dan ane praktekan dan hasilnya lumayan, mungkin ada yang bisa ditambahkan klo ada yang mempunyai trik yang lain.
Labels:
Taman,
Tanaman,
Tanaman Hias
Membuat Pot Buntet dalam 5 Menit
Bercocok tanam kadang kita membutuhkan pot untuk media tanam. Pot ada berbagai macam dan fungsi ada yang digunakan untuk tanaman biasa dan untuk tanaman yang potnya bisa digunakan sebagai penyimpan air, atau dengan kata lain pot yang bagian bawahnya tidak bolong. Pot model semacam ini bisanya digunakan untuk tanaman teratai.
Nah pada saat kita membutuhkan pot model yang bawahnya tidak bolong amat susah dicari dipasaran, karena kebanyakan dipasaran pot mempunyai lubang dibawahnya. Trik untuk membuat jadi tertutup bagian bawahnya cukup mudah.
Ok mari kita persiapakan bahannya pertama potnya model yang saya gunakan adalah pot yang dari semen untuk yang model lainnya belum coba semisal dari plastik, kedua sandal jepit karet yang sudah tidak terpakai, ketiga gunting. Proses pertama potong sandal jepit seukuran lubang yang bolong di pot klo bisa jangan terlalu ngepres ntar malah airnya merembas.
Tahap kedua masukkan potongan sandal jepit kedalam lubang pot, pastikan rapat dan tidak mudah copot. Ok sekarang pot sudah bisa digunakan untuk tamanan air tentunya diisi dengan tanah kemudian airnya. Waktu yang di butuhkan kurang 5 menit untuk membuat potnya jadi buntat.
Nah pada saat kita membutuhkan pot model yang bawahnya tidak bolong amat susah dicari dipasaran, karena kebanyakan dipasaran pot mempunyai lubang dibawahnya. Trik untuk membuat jadi tertutup bagian bawahnya cukup mudah.
Ok mari kita persiapakan bahannya pertama potnya model yang saya gunakan adalah pot yang dari semen untuk yang model lainnya belum coba semisal dari plastik, kedua sandal jepit karet yang sudah tidak terpakai, ketiga gunting. Proses pertama potong sandal jepit seukuran lubang yang bolong di pot klo bisa jangan terlalu ngepres ntar malah airnya merembas.
Tahap kedua masukkan potongan sandal jepit kedalam lubang pot, pastikan rapat dan tidak mudah copot. Ok sekarang pot sudah bisa digunakan untuk tamanan air tentunya diisi dengan tanah kemudian airnya. Waktu yang di butuhkan kurang 5 menit untuk membuat potnya jadi buntat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)

