Friday, October 15, 2010

Pelupa dan hilang konstrasi

Penyakit pelupa itu bener-bener bikin jengkel juga sih sebenernya. Akhir-akhir ini penyakit pelupa ini menghinggapi diris saya. Jadi saat dibutuhkan untuk harus melakukan sesuatu jadi binggung mau ngapain aja, padahal penting banget.

Hal yang paling bikin kepala makin pening jika hal yang terlupakan tadi di coba untuk mengingat-ingat. Rasanya itu harus segera di temukan ampek kadang bikin hati panas saja. Pernah suatu kejadian saat membeli obat, sudah didepan penjualnya walah malah lupa obat apa yang akan dibeli.

Lain lagi saat ini, benernnya hari ini mau ngupdate blog dengan judul apa gitu kok juga g inget jadi malah bikin kepala peningg. Akhrinya jadi nulis judul pelupa deh wkakakakka.

Pelupa ini apa gara-gara kecapekaan ya dan kurang istirahat. Istri saya juga bilang bahwa saya akhir-akhir ini juga rada juga susah diajak konstrasi dan klo diajak ngomomng kurang memperhatikan orang yang diajak ngomong. Terlebih lagi kemarin saat ngopy data dari harddisk ke flashdisk ternyata datanya belum tersimpan didalamnya. Saat itu saya yakin bahwa data sudah masuk kedalamnya. Bueh bener-bener jengkel deh klo sudah kayak gini.

Waah saya berharap cepet sembuh deh, bisa-bisa saya menyusahkan orang lain dan diri saya sendiri tentunya.

Tuesday, October 12, 2010

Malang

Malang disini bukan suatu tidak keberungtungan melainkan nama kota di jawa timur. Hampir dua tahun saya tidak pergi kota malang, jika dahulu masih masa-masa kuliah tiap malam minggu bersama-sama dengan anak kampus dengan mengendari sepeda motor, kami menghabiskan waktu dari pagi sampai sore tanpa ada tujuan yang jelas. Mulai dari alun-alun malang yang deket masjid sampai di kota batu. Itupun cuman hanya melihat suasana dan menikmati udara yang lebih sejuk dan dingin dibandingan dengan kota surabaya yang panas, maklum dekat dengan pantai heheh.

Malang menjadi tujuan akhir pekan kebanyakan dari orang Surabaya, dikarenakan banyak objek wisata dan yang lebih dicari adalah suasananya yang lebih nyaman dan udaranya masih segar. Bisa dikatakan Malang itu Bandungnya jawa timur, mengapa saya katakan demikian karena tiap akhir pekan banyak orang jakarta juga yang berbondong-bondong ke bandung dan model pangaturan jalannnya yang hampir mirip dengan Bandung yang banyak verbodennya. Bisa diartikan jika berangkat lewat jalan mana pulang bisa tidak lewat jalan yang sama saat berangkat.

Malang juga banyak terdapat distro yang menjual berbagai macam model pakaian anak muda, maklumlah di malang bertebarang berbagai macam perguruan tinggi semisal Brawijaya, UMM, ITN , IKIP Malang dll. Oh ya cewek disana juga cantik-cantik loh heheeh jadi ingat dahulu masih bujang dan bermain dengan anak-anak kampus dahulu selain menikmati suasana juga menikmati pemandangan ceweknya hehehhe.

Saat kemarin tanggal 2 oktober kesana dalam rangka lamaran adik saya, baru kali ini saya melihat perbedaan yang cukup besar selama 2 tahun ini tidak kesana. Lalu lintas semakin semrawut, jumlah kendaraan dengan lebar kapasitas jalannya aja lebih banyak kendaraannya. Hampir macet disetiap jalannya maklum waktu itu hari sabtu yang bertepatan dengan weekend. Coba bayangkan jalan dari jalan Aris mundar sampai dengan Dinoyo ditempuh dengan waktu 1,5 jam padahal dahulu cuman 15 menit heheh. Bener-bener melelahkan cuman yang jadi masalah ya cuman itu satu-satu akses jalannya menuju ketempat lamaran.

Beberapa waktu lalu juga diberitakan bahwa tiap kali hujan dibeberapa tempat dimalang dikatakan sering banjir. Pada saat kesana pemerintah kota Malang sedang memperbaiki fasilitasnya yaitu membuat gorong-gorong untuk mengatasi banjir dibeberapa titik. Apalagi sekarang Malang juga diramaikan dengan adanya mall MATOS namanya, jadi lumayanlah sebenernya juga selain MATOS juga ada mall yang lainnya, cuman yang terkenal dan besar ya MATOS itu.

Malang juga memiliki berbagai macam daerah wisata, mulai dari pulau indah yaitu Pulau Sempu, Jatim Park, Batu yang terkenal dengan apelnya, Kebun teh yang berada dilawang tepatnya klo dari Surabaya sebelum masuk kota malangnya. Ada juga pantai sendang biru, Air terjun coban rondo, Selorejo dll.

Romantisme

Pagi ini saat berangkat kekantor dengan sepeda motor, saat diperjalanan saat melihat sepasang suami istri yang sudah bisa dibilang lanjut usia. Walau usia sudah lanjut usia tapi mereka berdua tetap bekerja sebagai pencari barang bekas. Itu yang terlihat dari becak yang digunakan untuk membawa barang bekas.

Bukan barang bawaannya yang akan saya bahas dan bukan juga motivasi mereka. Melainkan bagaimana rasa kasih sayang keduanya mengalahkan orang muda yang sedang dimabuk asmara. Begitu menyentuh sekali walau hanya dalam sekelebat mata ini memandang, sang suami membetulkan kerudung sang istri agar saat terkena sinar matahari tidak merasa kepanasan.

Begitu telatennya sang suami mengingatkan saya saat masih pacaran dahulu kala. Memang saat pacaran itu adalah saat momen yang indah, walaupun sekarang sudah menikah pacaraan pun tetap berjalan sampai dengan sekarang, cuman bednya pada statusnya dulu masih belum boleh ini itu sekarang sudah halal heheheh.

Memang jika melihat romantisme kedua orang yang saya temui dijalan tadi memperlihatkan bahwa kebahagian itu tidak dicapai dengan materi yang berlimpah, melainkan saling mengisi satu dengan yang lain. Walau tidak saya pungkuri materi juga memberikan kontribusi yang cukup, dan tergantung dari orang yang menjalanninya.

Semoga saya dan istri bisa seperti orang yang saat lihat dijalan tadi. Bisa langgeng seumur hidup. Amin..3x

Monday, October 11, 2010

Beli Gas Pagi-pagi

Pagi ini sebelum berangkat kantor dan belum mandi udah keluyuran pergi buat beli gas LPG untuk masak. Padahal penantian mau belinya sih tiga hari yang lalu. Soalnya indikator tekanan gas di tabung LPGnya sudah menunjukan pada posisi empty, tapi anehnya kok belum habis-habis hehehhe.

Berhubung sekarang saya punya anak kecil dan masih bayi jadi klo mau beli gas harus dengan strategi sekarang.. hehhe kayak mau perang aja pake strategi. Perencanaan pun sudah disusun sedemikian rupa dengan istri. Pertama jika sore hari gas habis maka saya akan beli dengan tetangga sebelah hitung-hitung bisa kasih upah ke dia. Kasihan juga sih gan sampai sekarang juga belum dapat kerja. Beruntunglah yang sekarang sudah kerja disyukuri dan bekerja dengan ikhlas tentunya menguntungkan di kedua belah pihak.

Oke kembali kemasalah strategi beli gas, nah jika tetangga saya tidak ada dirumah maka pake cara panggil tukang becak habis itu syuruh beli gas. Paling ga habis sekitar delapan puluh ribu rupiah. Tujuh puluh ribu rupiah buat beli gas dan sepuluh ribu buat bayar tukang becak. Nah dari kedua opsi tersebut ternyata apa yang di rencanakan tidak terpakai hahaha. Parahnya hehe udah mikir pusing-pusing g kepake hehehehhe.

Dua hari kemudian ada adik ipar datang kerumah, biasa lagi kangen sama keponakan alias anak saya. Berhubung ni gas juga belum habis-habis walau sudah menunjukan pada posisi empty bisa juga nanti jika sewaktu-waktu gasnya habis bisa dimintai tolong untuk jaga anak saya. Saya dan istri tentunya bisa beli gas.

Nah keesokan harinya hingga adik ipar saya ini pulang pun kok juga beli habis juga ni gas, dalam hati saya hebat kali ni gas udah tekanan gasnya udah mentok di empty tetep aja bisa dipake hehhe. Tepat 2 hari setelah adik ipar pulang ni pagi-pagi biasa istri dan saya siap-siap untuk memasak untuk sarapan pagi plus untuk di bawa kekantor. Saat masak awal sih dalam hati cukup g ya buat masak pagi sekalian buat rebus air mandi buat si kecil.

Tapi berdasarkan pengalaman kemarin-kemarin yang g abis-abis jadi santai saja paling ntar sore baru habisnya. Eh ternyata baru buat masak ini dan itu habis wkakkak jadi baru masak setengah matang berhenti deh. Glodak gimana ini? untung tetangga udah bangun, dan lagian si kecil juga belum bangun akhirnya saya dan istri menitipkan anak saya ketetangga kamar sebelah untuk jaga sebentar untuk beli gas.

Untung g sampai setengah jam dapat juga ni gas dan saat kembali kerumah si kecil belum bagun juga. Berarti jam tiga pagi tadi sampai jam empat pagi bagun ada manfaatnya juga hehehe. Klo g kebangun jam 3 pagi tadi g tau deh pagi-pagi beli sarapan dimana wkakakka.

Ternyata semua itu kadang tidak sesuai dengan yang kita rencanakan so jangan kecewa jika sudah bikin rencana dan gagal jangan menyerah. Semuanya itu pasti ada hikmahnya hehehe.

Sunday, October 10, 2010

Menjaga Lisan lebih sulit dari pada menjaga tindakan

Ya berucap itu lebih mudah dari pada bertindak, dan lebih sulit lagi jika mengkontrol lisan dari pada tindakan. Itu yang pernah saya rasakan berdasarkan pengalaman saya sendiri. Suatu misal saat kita marah, menjaga tindakan kita untuk tidak merugikan orang lebih bisa kendalikan, tetapi lisan terkadang keluar tanpa kita kontor dan lebih lagi kata-kata yang dikeluarkan menyakitkan orang lain.

Terkadang saat kita berbicara dengan seseorang maupun dalam kelompok diskusi kadang tanpa sadar dari mulut kita ini terlontar kata-kata yang kurang pas dan tidak sadar terucap. Mungkin karena terbiasa berkata ceplas-ceplos jadi membuat lupa akan kondisi sekitar kita.

Pengamatan saya juga ada orang yang lebih bisa mengendalikan lisan dan tindakannya. Sehingga dalam situasi apapun bisa mengendalikan dirinya. Terkadang juga malah terkesan cuek dengan lingkungan sekitarnya, karena lebih terlihat pendiam dan kurang bergaul dengan lingkungannya.

Saat bercanda pun kadang kita tanpa sadar melontarkan secara tidak langsung bisa menyakiti orang yang saya becandain. Memang saat bercanda tindak resposif sering keluar dengan sendirinya terutama dari tutut kata kita.

Menurut saya menjaga lisan lebih susah dari pada menjaga tindakan. Terlebih jika ada seseorang yang terbiasa ceplas-ceplos bisa-bisa tanpa sadar bisa menguak rahasia diri sendiri atau orang lain hehehhe.

Lisan kita ini tanpa kita sadari bisa setajam silet yang bisa mengoyak perasaan dan hati seseorang jika tanpa ditambahi dengan kontor didalamnya. Saya berharap untuk diri saya sendiri terutama bisa lebih menjaga lisan sehingga bisa memberikan ketentraman bagi orang yang sedang di ajak bicara dan bukan memberikan sayatan-sayatan dihatinya dengan ucapan yang kita berikan.

Tuesday, October 5, 2010

Bersyukur itu perlu loh

Yah baru jadi bahan renungan kemarin saat terima telepon dari temen saya, tentang masalah kemera digital. Berhubung saya bergaji cukupanlah untuk menghidupi keluarga saya untuk anak dan istri tentunya dan bayar cicilan ini itu hehehe, dalam hati kecil saya tertarik untuk membeli kamera digital. Tapi jika di pikir dan syukuri dengan apa yang dimiliki sekarang jauh lebih dari cukup dari orang yang lain.

Jika kita menengok keatas terus, bisa-bisa waktu kita jalan bisa tersandung dan jatuh tersungkur. Artinya klo kita nuruti kemauan yang g sesuai dengan kemampuan bisa-bisa kita akan jatuh tersungkur karena pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Bagi mereka untuk membeli kamera digital sangatlah mudah tinggal gesek langsung dapat hehehe.

Beberapa hari yang lalu saya juga di ajak membeli kamera digital dengan teman saya. Berhubung dana yang untuk beli kamera di alokasikan untuk dana yang lain maka, mau tidak mau harus di tunda sampai batas waktu yang belum di tentukan. Sebenernya targetnya tahun depan sudah bisa membelinya.

Kembali pada ajakan temen saya untuk membeli kameran. Hampir tiap hari dia ajak saya untuk membeli kamera, sampai-sampai dia mau bela-belain ngomong kenyonya saya, tapi dengan halus saya tolak. Walau g punya kamera digital dari kamera mobile phone dah cukup. Alhamdulillah yang ada ini dipake dulu ntar klo dikasih lebih ya beli hehehe.

Saya sebenernya kagum ama istri saya, karena dia yang membuat saya untuk belajar untuk bersyukur dengan apa yang saat ini kita miliki walau dengan gaji yang dibilang cukup untuk hidup dan nabung sedikit hehehe. Bayangkan saja saat ada keinginan yang kurang urgent dan lain sebagainya, saya dinasehati oleh istri untuk bersyukur udah diberi rejeki yang banyak dibandingkan dengan tetangga yang lain. Jika dilihat disekitarnya kadang buat belanja aja rada susah dan lain sebagainya.

Ya sekarang alhamdulillah juga sudah bisa beli rumah walau dibantu ama orang tua. Sebenernya beli rumah masih dalam impian yang jauh heheh tapi Allah berkehendak lain. Semoga cepat dibagun dan pindah rumah. Amin3x

Monday, October 4, 2010

Cuapek n Pegel2

Bener-bener baru ngerasain capek dan pegel-pegel yang rasanya sehari libur enggak hilang-hilang. Rasanya ni badan bawaannya pingin istirahat sambil berbaring heheheh. Yah ini mungkin efek hari sabtu dan minggu kemarin. Dua hari yang cukup melelahkan bagi saya.

Ya hari sabtu kemarin ada acara lamaran adik saya ke Malang walua cuman satu hari, yang bikin capek sih perjalanannya aja bayangkan Surabaya Malang yang biasany ditempuh 1 jam bisa menjadi 2 jam, mana kemacetan juga mempengaruhi kondisi psikologi dalam berkendara.

Berangkat ke Malang pukul 08.00 wib sampai disana sekitar jam 11.00. Wuih baru ngalami dari awal perjalanan dari surabya sampai malang padat lancar. Maksimal kecepatan yang bisa diperoleh cuman 60 km/jam padahal klo lancar kecepatan rata2 80 km/jam. Apalagi klo udah masuk porong bisa satu jam lebih disitu. Maksimal kecepatan cuma 20 km/jam selepas situ sih lumayan lancar.

Nah berhubung acara lamaran yang banyak sekali acaranya yang pertama ya tentu saja lamaran, trus sorenya harus kelawang liat rumah baru adik saya yang udah disiapin ama calon mertuanya. Perjalanan kerumah calon istrinya adik pun jalannya tidak selancar biasnya. Sedikit banyak tau soalnya dulu sering main kemalang kalo malam mingguan. Nah ini perjalanan yang harusnya 15 menit sampai tujuan eh malah jadi 1 jam perjalanan wuih rasanya kaki ini pegel g karu-karuan.

Tumben-tumbenan juga daerah dinoyo malang macetnya segitu parahnya. Selidik punya selidik ternyata lagi ada wisuda didaerah dinoyo situ, oalah ini to penyebabnya cek.cek..... terobati sedikit ni perasaan penasaran kok bisa semacet itu. Finaly nyampek juga di tempat calon istri adik, acara lamaran lancar, lanjut kelawang. Weh lo kok di arjosari ya macet sampek singosari jadi stress ni pikiran wa.............. mana jalannya lambat sampek sana jam berapa hiks..hiks.....

Jam 16.30 sampek juga dirumah baru yang sudah dipersiapkan, yah intinya disini sih mau kasih tau lokasi yang bsk mau ditinggali hehhe. Asik juga tempatnya viewnya langsung menghadap gunung mana udaranya seger hehehe, tempatnya asik buat vila. Sekitar setengah jam berada disana sambil istirahat sebentar akhirnya melanjutkan perjalanan balik kesurabaya.

Perjalanan baliknya ini juga bikin capek banget dari jam 5 sore baru masuk sidoarjo jam 8 malam. Edan yang bikin macet itu mulai dari bundaran apolo sampe pasar porong hampir 2 jam g isa ngapa-ngapain disitu. Akhrinya sampek rumah jam 21.30 malam.

Weh mana bsk masih di jemput ortu buat kesodara yang di Sidoarjo n liat tanah yang buat bangun rumah. Ternyata dan ternyata sodaranya lagi ke rembang heheh langsung deh balik kerumah wkakak. Ternyata g jadi istirahat di ajak beli mobile phone ama adik dari jam 13.00 sampek jam 18.00 baru nyampek rumah. Trus baru diantar jam 20.00 balik ke kontarakan mana besok ngantor. Wa...capek dan pegel semua ni badan hiks..hiks.. ni hari masih terasa pegel2